“Tak Perlu Paspor”

Mimpi seringkali saya abaikan, meski kadang penasaran ingin mengetahui makna atau penyebab mengapa mimpi itu datang. Ya, kadang tak ada gunanya membahas mimpi, walaupun orang tua dulu sering menasihati agar melakukan beberapa “ritual” terkait mimpi. Misalnya, jika mimpi buruk.. buang muka ke kiri, lalu meludah dan ucapkan Audzubillahi minashaithaanirrajiim. Jika mimpi indah, ucapkanlah alhamdulillah. Jika mimpi bertemu orang-orang yang telah meninggal, segeralah kirimi “hadiah” berupa bacaan Quran, atau minimal Al Faathihah.   Baca lebih lanjut

Dipublikasi di buku harian | Meninggalkan komentar

Pak Rudy dan Mereka yang “Over Dosis” Badminton

Pak Rudy (dosen T. Refrigrasi dan Tata Udara Polban) adalah orang ke sekian yang saya kenal, yang tutup usia di lapang badminton, atau paling tidak beberapa saat setelah badminton.  Berita kepergiannya sungguh mengagetkan semua warga Polban. Pasalnya, tak ada tanda-tanda apapun. Sehat walafiat. Semua lupa, Izrail senantiasa mengintip takdir.  Mendekati setiap yang bernyawa. Tinggal nunggu perintah sesuai kuasaNya yang tertulis pada garis takdir sejak di Lauh Mahfudz sana.

Cerita tentang orang-orang yang tutup usia  di lapang badminton, semuanya berusia di atas 40 tahun. Gejala yang tampak hampir semuanya diawali sesak tepat setelah usai bertanding. Umumnya, situasi lelah selalu mengaitkan dengan tindakan sederhana “minum”. Dan celakanya, dalam urusan minum orang sering tidak memerhatikan situasi. Konon, dari mereka itu ada yang “hanya” minum air putih dingin, ada pula yang sengaja bekal minuman suplemen berkafein tinggi  — bekal untuk dopping, jika saat bertanding tenaga berkurang, sedangkan angan masih melimpah.  Baca lebih lanjut

Dipublikasi di buku harian | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Izzati

Di sebuah statiun MRT, tepat ketika kami baru ke luar dari station 1 Changi Airport – Singapura; Saat itu  kami ikut menjadi bagian dari antrian sebuah mesin penjual tiket (GTM). Hiruk pikuk station, memberi pemandangan tersendiri tentang negara kecil yang “public transportation”-nya terkenal hebat. Udara dingin di seputar station cukup menjadi bukti kenyamanan yang ditawarkan.  Saya mulai mencoba mesin itu. Gagal. Uangpun  kembali. Kami mundur dari antrian, untuk “ngintip” pembeli lain mengoperasikan mesin.  Tak ada yang salah, selain nominal uang yang dimasukkan harus sesuai ketentuan. Kamipun mencoba lagi, dan Berhasil !!  Baca lebih lanjut

Dipublikasi di buku harian | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Ring Tinju vs Ujian Nasional

Saya bukan penikmat (apalagi pengamat) tinju. Tetapi pertarungan Mayweather Jr melawan Manny ’’Pacman’’ Pacquiao hari Minggu lalu, yang berujung pada kontroversi, cukup menggelitik pikiran. Banyak orang bertanya-tanya, sebagian sedih, kecewa, karena hasil hitungan di atas kertas para pengamat, berbeda dengan keputusan wasit. Pacquiao dinyatakan kalah !.

Entah mengapa, tiba-tiba saya mengaitkan kasus ini dengan Ujian Nasional (UN), baik tingkat SD-SMP dan SMA yang selalu “runyam”. Ada banyak siswa yang di atas kertas unggul, mengerjakan UN dengan jujur, berjuang tak ingin tergoda oleh hiruk-pikuk tawaran “soal bocoran” serta berseliwerannya “kunci jawaban”, kemudian dirugikan, dan secara sistemik “disakiti”. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di buku harian | Meninggalkan komentar

[Perjalanan] Menjelang Senja di Pantai Panjang – Bengkulu

=== Posting telat : Februari 2015  🙂 🙂

Seperti umumnya kawasan pantai, bagi orang Bandung udara terasa sangat menyengat — panas. Perjalanan seharian cukup mengundang lelah. Tetapi, rasa itu sirna seketika, saat perjalanan menuju hotel diselingi acara santai “pesta” durian di pinggir pantai.

Hmmm… Romantisme Pantai Panjang sungguh luar biasa. Sepanjang pantai, tersedia kursi-kursi tuk bersantai nikmati nyanyian gelombang riang. Ditemani wangi durian dan seruput kelapa muda. Indonesia tanah air beta. Inilah salah satu buktinya…. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Catatan Perjalanan | Tag , , | Meninggalkan komentar

Hidup yang Renyah

Pernah jenuh menjalani hidup ? Lelah karena aktivitas yang padat ? Semua orang mungkin pernah. Rutinitas kadang menjebak kita memasuki alam yang “itu-itu saja” sehingga tanpa sadar kita masuk ke dalam sebuah “pola” yang ritmenya jauh dari dinamis : membosankan, dan terasa sangat melelahkan. Cerita berikut, mungkin dapat sedikit membangkitkan usaha untuk keluar dari kejenuhan dan perasaan yang melalahkan.

Bayangkan, di saat kita (usia masih terhitung muda .. 🙂 ),  mengeluh merasa lelah, capek, ingin banyak leyeh-leyeh, dan santai menikmati waktu, sangat jenuh, tiba-tiba bertemu dengan ibu-ibu, usia lebih dari 60 tahun, dengan antusias menceritakan heroiknya perjalanannya dalam bertugas. Berhari-hari, kadang lebih dari seminggu, meninggalkan keluarga, menyebrangi pulau melalui udara, dan sesekali harus melintas perairan mengggunakan boat. Menyusuri derah-daerah terpencil di pelosok-pelosok Indonesia, yang sungguh jauh dari nyaman. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di buku harian | Tag , , , | Meninggalkan komentar

[Perjalanan] Sejarah Kelam dari Gua Jepang -Bukittinggi

— Posting sangat telat. (Catatan : 24/8/2013) 

Tak salah jika Kota Bukittinggi- Sumatera Barat dijuluki kota Sejarah. Di kota kecil ini, sederet destinasi menakjubkan akan mengajak pengunjung mengenal sejarah Indonesia dari dekat, di samping tentunya sejarah lokal Minang yang menawan, seperti rumah / istana Bung Hatta, Benteng Fort De Cock, Gua Jepang, Jam Gadang, dan Ngarai Sianok yang terkenal karena fotonya diabadikan pada lembar uang Rp. 1000. Semua destinasi tersebut berada di lokasi berdekatan, tak jauh dari pusat kota Bukittinggi, hingga semuanya dapat dijajaki dalam sekali agenda “jalan-jalan”. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Catatan Perjalanan | Tag , , | Meninggalkan komentar